12 Metode Pembelajaran dan Penguatan Karakter Peserta Didik

Read Time4 Minutes, 21 Seconds

12 Metode Pembelajaran dan Penguatan Karakter Peserta Didik-Pembelajaran yang efektif akan menghasilkan dua dampak perubahan pada peserta didik, yaitu dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect). Dampak instruksional diperoleh  melalui pembelajaran langsung, atau proses pendidikan yang terjadi saat peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang guru dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran.

Berikut metode pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik :

 12  Metode Pembelajaran dan Penguatan Karakter Peserta Didik

  1. Metode Ceramah

Guru dapat menggunakan menggunakan metode ini untuk menyampaikan atau menjelaskan materi pelajaran secara lisan. Juga untuk menanamkan berbagai nilai positif melalui dongeng, cerita, nasihat yang dapat memotivasi siswa untuk meneladani perilaku atau karakter baik dari tokoh-tokoh dalam dongeng dan cerita. Guru bukan menceramahi tentang nilai karakter, melainkan siswa diajak untuk menghayati nilai tersebut melalui karakter tokoh yang dikisahkan.

  1. Metode Tanya Jawab

Secara umum metode tanya jawab digunakan bersama-sama dengan metode ceramah. Tujuannya untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan melalui ceramah dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

Metode ini  dapat dimanfaatkan oleh guru untuk melatih siswa agar berani bertanya dan menyampaikan pendapat dengan santun yang dilandasi oleh nilai-nilai berpikir kritis, berpikir logis, belajar menghargai pendapat teman, tidak memaksakan pendapat, menggunakan bahasa yang komunikatif, tidak emosional, belajar menahan diri, dan sebagainya.

Baca juga :

7 Game Anak yang Asyik dan Edukatif

Benarkah IQ Tinggi Berarti Pintar ?

 3. Metode Diskusi

Penggunaan metode diskusi ini pada dasarnya dapat digunakan di sekolah dasar. Tetapi  mengingat di kelas rendah kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri dan kemampuan berkomunikasi masih kurang, maka metode diskusi di kelas rendah perlu mendapat bimbingan guru lebih intensif.

Guru dapat memanfaatkan metode ini untuk menanamkan nilai-nilai berpikir kritis, berpikir logis, belajar menghargai pendapat teman, tidak memaksakan pendapat, berani menyampaikan pendapat dengan santun, menggunakan bahasa yang komunikatif, tidak emosional, belajar menahan diri, dan saling menghargai.

  1. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata ini  adalah  suatu perjalanan  yang dilakukan oleh siswa untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurukulum sekolah. Sekalipun  karyawisata memiliki banyak hal yang bersifat non-akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. Adapun langkah-langkahnya: (a) guru-siswa membuat rencana kegiatan; (b) melaksanakan kegiatan; (c) membuat laporan.

Guru dapat memanfaatkan metode ini untuk mengembangkan nilai-nilai kerjasama, rela berkorban,  peduli lingkungan, tanggung jawab, mencintai tanah air, dan bangga menjadi warga negara Indonesia.

  1. Metode Pemecahan Masalah

Metode ini punya  peran lebih dam setiap pelajaran, terutama agar pembelajaran berjalan secara fleksibel. Para ahli banyak mengemukakan berbagai langkah dalam melakukan pemecahan masalah, tetapi pada hakekatnya cara yang dikemukakan adalah sama. Dengan menggunakan metode ini guru dapat mengembangkan karakter kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab, rasa ingin tahu, teliti, kerja keras, dan jujur.

  1. Metode Simulasi

Guru dapat menggunakan metode simulasi ini untuk menirukan suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Juga dapat digunakan guru untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama, tolong-menolong, keuletan, kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.

  1. Metode Penemuan

Metode ini lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses dari pada hasil. Langkah-langkah yang dilakukan: (a) guru bersama siswa menetapkan topik; (b) penyusunan prosedur kegiatan; (c) secara kelompok siswa bekerja untuk melakukan investigasi data; (d) menganalisis data; (c) pembuatan laporan.

Guru dapat menggunakan metode ini untuk menanamkan nilai-nilai rasa ingin tahu, kerja keras, kerja sama, inovatif, dan kreatif.

  1. Metode Bermain Peran

Metode bermain peran merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara anak diminta menirukan sesuatu sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dulu untuk tujuan tertentu.

Guru dapat menggunakan metode bermain peran untuk menanamkan nilai-nilai menghargai peran orang lain, mengambil keputusan spontan baik dalam kelompok maupun individual, dan berfikir untuk mengentaskan masalah, percaya diri, dan berani menampilkan diri.

  1. Metode Penugasan

Dalam Menggunakan metode penugasan (resitasi) ini, guru memberikan tugas yang harus dikerjakan siswa, baik secara individual maupun kelompok. Adapun langkah-langkah yang dilakukan: (a) menyiapkan tugas dan lembar kegiatan siswa; (b) menetapkan apakah tugas untuk individu atau kelompok.

Guru dapat menggunakan metode ini untuk menanamkan atau memperkuat nilai-nilai tanggung jawab, kerjasama, saling menghargai, percaya diri, patuh, aktif,  disiplin, dan rasa kepenasaranan/rasa ingin tahu.

  1. Metode Permainan

Metode ini dapat digunakan agar siswa melakukan permainan edukatif untuk memahami suatu kompetensi tertentu.  Guru dapat menggunakan metode ini untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kerjasama, menghargai, percaya diri, patuh, aktif, jujur, kreatif, tekun, disiplin, sportif, dan rasa kepenasaranan/keingintahuan.

  1. Metode Demonstrasi

Guru dapat menggunakan metode ini untuk menginformasikan atau menjelaskan konsep melalui peragaan fisik; atau dengan cara menggunakan alat tertentu yang dapat diamati oleh siswa, baik secara kelompok maupun secara klasikal. Siswa melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan guru atau siswa yang ditunjuk. Sesuai hasil pengamatan, siswa dapat mengajukan hipotesis (dugaan sementara) terkait dengan konsep yang akan dibahas.

Dengan metode ini dapat dikembangkan nilai-nilai karakter: rasa ingin tahu, mandiri, teliti, jujur, disiplin, peduli lingkungan, dan komunikatif.

  1. Metode Eksperimen

Metode ini dapat digunakan untuk membuktikan/verifikasi dugaan sementara atau konsep berdasarkan rumus atau anggapan tertentu. Pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan perangkat tertentu, yang dilanjutkan dengan diskusi hasil percobaan dalam kelompok masing-masing. Hasil diskusi kelompok dilaporkan melalui diskusi kelas.

Melalui metode ini guru dapat mengembangkan  nilai-nilai karakter siswa antara lain: rasa ingin tahu, jujur, teliti, kerjasama, tanggung jawab, saling menghargai, komunikatif, peduli lingkungan, dan peduli sosial.

Demikian artikel ini semoga bermanf’at.

00
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close