Best Practise bagi Kepala Sekolah dan Pengawas sekolah | Pendidikangratis.id

Best Practise bagi Kepala Sekolah dan Pengawas sekolah

Dalam pelaksanaan tugas, kepala sekolah ataupun pengawas sekolah senantiasa akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Pengalaman yang memberikan inpirasi kepada orang lain. Memberikan dampak yang nyata dalam proses peningkatan mutu, kualitas sumber daya serta memberikan impact dan outcome yang bernilai dalam dunia pendidikan.

Pengalaman yang berharga ini tentunya akan menjadi nilai tersendiri bagi mereka yang melaksanakannya. Tentunya bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah apabila pengalaman ini dijadikan sebagai tulisan dengan ketentuan yang telah diberlakukan akan mendapat angka kredit ( AK ) untuk pengembangan karirnya sebagai kepala atau pengawas sekolah.

Pada kesempatan ini akan dipaparkan bagamana sebuah pengalaman baik ( best practice ) yang dapat mendapatkan AK .

Pengertian Best Practice

Kata best practice digunakan untuk mendeskripsikan atau menguraikan “PraktikTerbaik” dari keberhasilan seseorang atau kelompok dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dalam melaksanakan pengawasan kepada sekolah binaan, kepala sekolah dan/atau guru binaan. Bagi kepala sekolah dapat dipakai sebagai Pengembangan sekolahnya

Best practice merupakan butir kegiatan 5 dari sub unsur pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah dibidang pendidikan formal/pengawasan pada unsur pengembangan profesi yaitu menyampaikan prasaran berupa gagasan tinjauan dan atau ulasan ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan dalam pertemuan ilmiah. Sementara bagi kepala sekolah best practice merupakan butir kegiatan ke 3 dari sub unsur pengembangan profesi tentang publikasi ilmiah pada unsur membuat tinjauan ilmiah atau gagasan ilmiah bidang pendidikan formal.

Ciri-Ciri Best Practice

Kegiatan dapat dikatakan sebuah best practice apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam memecahkan suatu masalah dalam pengelolaan sekolah baik dalam kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler;
  • Membawa sebuah perubahan/perbedaan sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa (outstanding result) baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan (keberhasilan lestari) atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan/tidak sesaat
  • mampu menjadi model dan memberi inspirasi kepada teman sejawat, guru/kepala sekolah  binaan dan pembuat kebijakan (pejabat)

Tahapan penting Best Practice

  • (1) melakukan evaluasi diri tentang cara dan strategi apa yang selama ini telah dilaksanakan;
  • (2) melakukan evaluasi terhadap output dan outcome (dampak).

Jenis Kegiatan Pengawasan yang dapat dibuat menjadi best practice

Tugas kepengawasan pengawas sekolah, semuanya dapat dijadikan sebagai best practice. Untuk itu berkarya dengan semangat tinggi untuk perbaikan dan peningkatan layanan pendidikan akan senantiasa berdampak baik buat pengawas sekolah dengan sendirinya. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dijadikan bahan laporan best practice pengawas sekolah.

  • Menyusun program pengawasan;
  • Melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah;
  • Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan
  • Melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah
  • Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan
  • mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi
  • menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya
  • melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah
  • melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen
  • mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah
  • membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok
  • melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan

Jenis Kegiatan Kepala Sekolah yang dapat dibuat menjadi best practice

1. Peran Kepala Sekolah dalam PPK melalui tindakan manajemen dan kepemimpinan sekolah. Antara lain meliputi:

  • a. menyusun kegiatan perubahan disekolah (berdasarkan lima komponen utama nilai karakter sekolah dengan mengidentifikasi kondisi yang ada/faktual dengan kondisi yang diharapkan;
  • b. mengevaluasi keterlaksanaan PPK untuk melihat tingkat keberhasilan dari tujuan yang telah ditetapkan.

2. Pengembangan jaringan tripusat

3. Pelibatan publik seluruh kepentingan pendidikan

4. Integrasi PPK kedalam perencanaan sekolah (RKJM/RKT/RKS) pada komponen Standar Kompetensi Lulusan dan pengembangan budaya sekolah pada Standar Pengelolaan,

5. Penganggaran yang transparan, dan akuntabilitas

6. Program supervisi (KS dan PS) untuk evaluasi diri sekolah dalam pelaksanakan penguatan pendidikan karakter

Penulisan Best Practice agar dapat dinilai oleh Tim Penilai

Apabila karya Anda ingin mendapatkan angka kredit, maka sinaklah paparan berikut . Kerangka isi best practice pada umumnya adalah sebagai berikut :

1. Bagian Awal

Bagian awal ini terdiri identitas , terdiri dari :

  • halaman judul;
  • lembaran persetujuan;
  • kata pengantar;
  • daftar isi,
  • abstrak atau ringkasan,
  • daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada).
  • Lembar persetujuan ditandatangani  disahkan dan oleh Kepala Dinas/Atasan Langsung/Kepala Dinas  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani bidang pendidikan.

2. Bagian Isi

a.  Bab I Pendahuluan:

Menjelaskan tentang latar belakang timbulnya masalah, rumusan dan pendekatan masalah, tujuan, dan manfaat.

  • Dalam latar belakang diuraikan mengapa masalah itu timbul dan bagaimana mengatasi masalah yang terjadi serta justifikasi bahwa masalah tersebut sangat penting untuk dipecahkan, mengingat dampak terhadap proses pengawasan/pendidikan sangat signifikan.
  • Dalam pendekatan masalah diuraikan berbagai cara dalam mengatasi masalah,  jelaskan bahwa cara pemecahan masalah yang dipilih adalah yang terbaik (inovatif, ekonomis, lestari).
  • Tujuan dan manfaat agar diuraikan sesuai dengan identifikasi masalah, proses pemecahan dan manfaat hasil yang diperoleh. 

b. Bab II Kajian Teori/Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi tentang teori-teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penyelesaian permasalahan yang dilakukan dalam pengawasan/pendidikan. Kajian teori/tinjauan pustaka dapat berupa laporan hasil penelitian/best practice terdahulu yang relevan dengan tema best practice yang sedang dilakukan baik dalam artikel dalam jurnal ilmiah maupun dalam bentuk buku.

c. Bab III Pembahasan Masalah

Pembahasan masalah harus didukung data yang ada di sekolah/guru binaannya. Pada Bab ini harus ada kejelasan ide atau gagasan asli penulis yang terkait dengan upaya pemecahan masalah dan sudah berhasil diterapkan. Langkah-langkah pembahasan masalah antara lain:

1. menjelaskan bagaimana cara pemecahan masalah yang menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan-hambatan yang harus diatasi yang dituangkan secara rinci. seperti:

  • (1) melakukan evaluasi diri tentang cara dan strategi apa yang selama ini telah dilaksanakan; dan
  • (2) melakukan evaluasi terhadap output dan outcome (dampak).

Dengan melakukan evaluasi diri tersebut dapat ditemukan  gap (kesenjangan) antara teori atau regulasi dengan pelaksanaan dan/atau hasil pengawasan sekolah sehingga muncul ide dan motivasi untuk mengatasi kesenjangan  tersebut demi memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pokok kepala sekolah dan pengawas sekolah, sehingga meningkatkan kualitas pelaksanaan dan hasil pengembangan sekolah dan tugas pengawasan.

2. Menuliskan bagaimana, langkah/metode yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah, tentang alat dan atau instrumen yang digunakan, tempat dan waktu, lembaga mana yang menunjang pelaksanaan sehingga kegiatan tersebut dinyatakan sebagai Praktik Terbaiknya dalam memecahkan masalah dan juga dihubungkan dengan kajian teori/tinjauan pustaka yang menunjang.

3. Menunjukkan keaslian, kejelasan, dan kecermelangan ide/gagasan terkait dengan upaya pemecahan masalah. Uraian ini merupakan inti tulisan best practice.

4. Menguraikan hasil yang dicapai dan indikator berikut harus dijelaskan agar laporannya dikatagorikan sebagai best practice. menjelaskan bahwa hasilnya luar biasa (outstanding) dengan membanding data data yang ada baik disekolah sendiri maupun sekolah lain.

d. Bab IV Simpulan dan Saran

Bab ini berisi uraian tentang hal-hal yang dapat dipetik sarinya dari pengalaman berharga tersebut. Simpulan diikuti dengan saran atau rekomendasi ditujukan kepada pihak-pihak terkait dengan pemecahan masalah tersebut.

3. Bagian Penunjang

Bagian ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang semua data yang dipakai untuk menunjang tulisan ini anatara lain:

  1. Daftar Hadir
  2. Foto kegiatan 
  3. Contoh instrumen yang telah diisi (jika perlu)
  4. Media/alat yang digunakan
  5. Hasil best practice (antara lain: hasil kerja guru binaan, bukti yang menggambarkan perubahan setelah melaksanakan best practice,)

Demikian bagaimana sebuah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kepala atau pengawas sekolah akan memberikan dampak baik bagi dunia pendidikan dan pengembangan karir bagi kepala atau pengawas sekolah, apabila dijadikan sebuah laporan kegitan sesuai ketentuan. Semoga bermanfaat.

Dari berbagai sumber.

Banyak di cari :apa itu best practice dalam dunia pendidikan