Download Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada madrasah

Dalam proses Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah pada dasarnya mengikuti kebijakan yang diterapkan di sekolah oleh Kemendikbudristek, namun dalam kondisi tertentu madrasah melakukan adaptasi sesuai kebutuhan pembelajaran pada madrasah dan penguatan pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang menjadi kekhasan madrasah.

Penerapan Kurikulum Merdeka merupakan salah satu opsi atau pilihan bagi satuan pendidikan untuk digunakan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Kurun waktu pemulihan pembelajaran dari tahun 2022 sampai dengan 2024. Selama masa pemulihan pembelajaran, madrasah dapat memilih menggunakan Kurikulum 2013 dan/atau menggunakan Kurikulum Merdeka. Pilihan apapun harus diorientasikan pada efektifitas pengelolaan pendidikan di madrasah. Madrasah harus berani melakukan inovasi, kreasi serta terobosan dalam mengelola pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar guru dan peserta didik bergairah dalam pembelajaran. Guru dan peserta didik mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkreasi dan berinovasi agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.

Selama waktu pemulihan pembelajaran, pemerintah akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu bagi madrasah yang melaksanakan Kurikulum Merdeka, harus selalu update bila ada perubahan-perubahan dalam kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka. Spirit Kurikulum Merdeka antara lain memberi kewenangan kepada madrasah untuk melakukan inovasi dan kreasi dalam pengembangan kurikulum operasional madrasah, dan fleksibilitas dalam mengelola kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan tuntutan perkembangan zaman. Spirit ini harusditangkap oleh seluruh warga madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dengan melahirkan kreasi, inovasi atau terobosan dalam mengelola pendidikan untuk meningkatkan mutu dan daya saing madrasah.

Panduan Implemenatasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah ini menjadi acuan bagi madrasah dalam melaksanakan implementasi kurikulum merdeka, agar dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan.

Mekanisme implementasi Kurikulum Merdeka tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Penjelasan gambar di atas sebagai berikut:

1. Pada tahap awal, madrasah secara mandiri melakukan berbagai
persiapan untuk melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka
(IKM), diantaranya:
a) Mengadakan atau mengikuti kegiatan sosialisasi IKM;
b) Melakukan analisis/identifikasi sumber daya madrasah yang mendukung IKM;
c) Mengajukan usulan secara online melalui aplikasi PDUM dengan melampirkan:
1) Surat Permohonan;
2) Sertifikat Akreditasi Madrasah;
3) Surat pernyataan yang berisi kesediaan madrasah melaksanakan kurikulum merdeka secara mandiri;
4) Surat rekomendasi dari Kemenag Kabupaten/Kota;
5) Daftar kegiatan persiapan IKM yang sudah dan akan dilaksanakan di madrasah.

2. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Seksi Pendidikan Madrasah/Penmad melakukan verifikasi usulan dari madrasah, dan memberikan rekomendasi bagi madrasah yang dipandang memiliki kesiapan yang cukup untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

3. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi melakukan verifikasi berkas secara online pada aplikasi PDUM, terhadap madrasah yang mengusulkan IKM. Madrasah yang memenuhi persyaratan selanjutnya disetujui dan diusulkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk mendapat penetapan. Pada saat melakukan verifikasi berkas, Kanwil Kemenag Provinsi memperhatikan hal-hal sebagai berikut;
a. Surat usulan dari Madrasah;
b. Sertifikat Akreditasi Madrasah;
c. Surat Rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat;
d. Surat Pernyataan dari madrasah untuk melaksanakan IKM;
e. Daftar kegiatan persiapan IKM yang sudah dan akan dilaksanakan di madrasah.

4. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerima usulan madrasah yang telah diverifikasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan melakukan verifikasi/uji petik usulan pada aplikasi PDUM dan selanjutkan menetapkan nama-nama madrasah pelaksana IKM.

5. Setelah ditetapkan sebagai pelaksana Kurikulum Merdeka, madrasah melakukan berbagai upaya penguatan kapasitas bagi pendidik maupun tenaga kependidikan, dengan cara mengikuti kegiatan Sosialisasi, Bimbingan Teknis, atau Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka.

6. Kementerian Agama pusat, Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kabupaten/Kota melakukan pendampingan terhadap madrasah pelaksana IKM secara bertahap dan berkelanjutan untuk
mengoptimalkan peran seluruh warga madrasah dalam IKM.

7. Kementerian Agama pusat, Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kabupaten/Kota melakukan monitoring dan evaluasi secara bekala pelaksana IKM pada madrasah, untuk mengetahui efektifitas
pelaksanaan IKM dan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan di madrasah.

Demikian sekilas implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah. Semoga bermanfaat. Selengkapnya Panduan dapat diunduh pada tautan berikut.

Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah

Sumber : Panduan IKM pada Madrasah

Bacaan lainnya :