Pembelajaran Darurat di Madrasah | Pendidikangratis.id

Pembelajaran Darurat Menurut Panduan Kurikulum Darurat di Madrasah

Pandemi Covid-19 benar-benar telah mengubah semua tatanan kehidupan manusia di jagad ini. Tak terkecuali di Indonesia. Perubahan yang terjadi pada setiap aspek kehidupan, juga aspek pendidikan. Maka praktisi pendidikan berusaha mencari terobosan baru agar hak para peserta didik untuk mendapatkan pelayanan pembelajaran tetap terpenuhi.

Pemenuhan hak-hak mereka dalam pembelajaran sangat terbatas. Kondisi ini kemudian memunculkan harus bagaimana pembelajaran dilaksanakan pada masa pandemi covid-19 agar tetap efektif. Solusi tepat yang bagaimana yang dapat membantu lembaga pendidikan khususnya madrasah senantiasa eksis di tengah kondisi darurat ini.

Beberapa kesempatan yang lalu Kementerian Agama telah memberikan panduan penyusunan kurikulum darurat. Kuriulum itu memberikan panduan bagaimana pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi daerah yang terdampak covid-19.

Landasan kegiatan pembelajaran di rumah ( BDR ) atau pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) :

  1. Surat Keputusan Bersama Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri Nomor 01/KB/2020 Nomor 516 Tahun 2020 Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 Nomor 440-882 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19;
  2. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19;
  3. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: 285.1 Tahun 2020 tentang Upaya pencegahan Virus Covid-19;
  4. Surat Edaran Direktur KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: B-686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 tentang Mekanisme Pembelajaran dan Penilain Madrasah dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19;
  5. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah TP. 2020/2021;
  6. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah;
  7. Surat Edaran Direktur KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: B-1114.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/06/2020 tentang Pelaksanaan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri
  1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PADA MASA DARURAT
  • Prinsip Pembelajaran Masa Darurat
  1. Pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka, tatap muka terbatas, dan/atau pembelajaran jarak jauh, baik secara Daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan).
  2. Pembelajaran dapat berlangsung di madrasah, rumah, dan di lingkungan sekitar sesuai dengan kondisi masing-masing madrasah.
  3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi, keterampilan aplikatif, dan terpadu.
  4. Pembelajaran perlu berkembang secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif siswa.
  5. Pembelajaran menekankan nilai guna aktivitas belajarnya untuk kehidupan riil siswa, orang lain atau masyarakat sekitar, serta alam lingkungan tempat siswa hidup.
  6. Pembelajaran yang berlangsung agar mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat.Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karima membangun kemauan dan motivasi dalam belajar dan bekerja dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran;
  7. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  8. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  9. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa menjadi acuan penting dalam pelaksanaan pembelajaran.
  • Materi, Metode, Media dan Sumber Belajar
  1. Pengembangan Materi Ajar.

Guru dapat memilih materi pelajaran esensi untuk menjadi prioritas dalam pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pembelajaran ditemukan dan dikumpulkan serta dikembangkan dari 1). buku-buku sumber seperti buku siswa, buku pedoman guru, maupun buku atau literatur lain yang berkaitan dengan ruang lingkup yang sesuai dan benar.2). hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan/atau berkaitan dengan fenomena sosial yang bersifat ontekstual, misalnya berkaitan dengan pandemi Covid-19 atau hal lain yang sedang terjadi di sekitar siswa.

b) Model dan Metode Pembelajaran.

1)Desain pembelajaran untuk memperkuat pendekatan berbasis ilmiah/saintifik dapat berbentuk model-model pembelajaran, seperti model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery learning) model Pembelajaran Berbasis Penelitian (Inquiry learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dan model pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan kreatif.

2.) Guru memilih metode yang memungkinkan pencapaian tujuan pembelajaran pada kondisi darurat.serta  secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran aktif yang disesuaikan dengan karakteristik materi/tema.

c) Media dan Sumber Belajar.

Di sekitar kita, terdapat banyak benda yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sederhana. Pada prinsipnya segala benda yang sesuai dapat dijadikan media pembelajaran. Guru diharapkan kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan benda tersebut menjadi media agar dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Beberapa contoh media pembelajaran sederhana antara lain: Gambar, Peta dan Globe, Grafik, Papan Tulis, Papan Flanel, Display, Poster, Bagan (Chart), dan sebagainya. Pemilihan media disesuaikan dengan materi/tema yang diajarkan dan tagihan sesuai indikator dan tetap mempertimbangkan kondisi kedaruratan.

  • Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas t dilakukan oleh guru disupervisi akademik oleh kepala madrasah dan pengawas pembinanya masing-masing. Kegiatan tersebut dapat berupa :

a) Kegiatan pembelajaran dapat berbentuk kelas nyata maupun kelas virtual.

b) Madrasah yang berada pada zona hijau (aman) dapat melaksanakan kelas tatap muka. Sedangkan madrasah yang berada dalam zona merah (darurat) melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau kelas virtual.

c) Bila dalam bentuk kelas nyata, dimana guru dan siswa bertemu tatap muka, maka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bila ruangan kelas tidak mencukupi, maka dapat dilaksanakan secara sift pagi dan siang. Pengaturannya diserahkan kepada masing-masing madrasah sesuai dengan kondisi kedaruratan.

d) Bila dalam bentuk kelas virtual, maka madrasah atau guru dapat menggunakan aplikasi pembelajaran digital yang menyediakan menu/pengaturan kelas virtual. Misalnya aplikasi Elearning Madrasah dari Kmenterian Agama, dan/atau aplikasi lain yang sejenis.

e).Bila kegiatan pembelajaran dalam bentuk kelas virtual, sebaiknya madrasah mengatur jadwal kelas secara proporsional, misalnya dalam sehari hanya ada satu atau dua kelas virtual, agar peserta didik tidak berada di depan,komputer/laptop/HP seharian penuh. Disamping itu juga untuk menghemat penggunaan paket data internet.

  • Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Masa Darurat
  • Merencanakan Pembelajaran
  1. Sebelum guru bersama siswa melakukan aktifitas  pembelajaran, maka guru wajib menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sedapat mungkin RPP disusun yang simple/sederhana, mudah dilaksanakan, serta memuat hal-hal pokok saja.
  2. Dalam menyusun RPP, guru harus merujuk pada SKL, KI-KD dan dan Indikator Pencapaian yang diturunkan dari KD.
  3. Guru dapat membuat pemetaan KD dan memilih materi esensi yang akan di ajarkan kepada peserta didik pada masa darurat.
  4. Dalam setiap menyusun RPP, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap akhir pembelajaran, yaitu dimensi sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.
  5. Dimensi sikap mencakup nilia-nilai spiritual sebagai wujud iman dan takwa kepada Allah Swt, mengamalkan akhlak yang terpuji dan menjadi teladan bagi keluarga masyarakat dan bangsa, yaitu sikap peserta didik yang jujur, disipilin,
  6. tanggungjawab, peduli, santun, mandiri, dan percaya diri dan berkemauan kuat untuk mengimplementasikan hasil pembelajarannya di tengah kehidupan dirinya dan
  7. masyarakatnya dalam rangka mewujudkan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik.
  8. Dimensi pengetahuan yaitu memiliki dan mengembangkan pengetahuan secara konseptual, faktual, prosedural dan metakognitif secara teknis dan spesifik dari tingkat sederhana,kongkrit sampai abstrak, komplek berkenaaan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya masyarakat sekitar, lingkungan alam, bangsa, negara dan kawasan regional, nasional maupun internasional.
  9. Dimensi keterampilan yaitu memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri,kolaboratif, dan komunikatif serta mampu bersaing di era global dengan kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
  10. Setelah guru menyusun RPP dan disahkan oleh kepala madrasah, bila memungkinkan dan dinilai penting, maka RPP tersebut dapat dibagikan kepada orang tua siswa agar orang tua mengetahui kegiatan pembelajaran, tugas dan target capaian kompetensi yang harus dilakukan anaknya pada masa darurat.

b). Kegiatan Pembelajaran:

  • 1. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring, semi daring, dan non-digital.
  • 2. Aktivitas belajar memperhatikan kondisi madrasah dan siswa untuk menjalankan pembelajaran secara daring, semi daring, maupun non-digital (terutama MI)
  • 3. Aktifitas pembelajaran mencakup kegiatan sebagai berikut:

 Kegiatan Pendahuluan.

  • 1) Guru menyiapkan kondisi pisik dan psikhis siswa
  • 2) Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum mulai pembelajaran
  • 3) Guru menyapa dengan menanyakan kondisi siswa dan keluarganya
  • 4) Guru melakukan Pretest secara lisan.
  • 5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • 6) Guru menyampaikan lingkup materi pelajaran.

 Kegiatan Inti.

  • 1) Guru mengorganisir siswa dalam pembelajaran.
  • 2) Guru menyampaikan materi pelajaran dan mendiskusikan bersama siswa.
  • 3) Siswa melakukan kegiatan saintifik yang meliputi: mengamati, menanya, mencari informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
  • 4) Guru menggunakan media atau alat peraga yang sesuai dengan karakteristik materi di masa darurat.
  • 5) Hasil pekerjaan siswa dapat berupa video, animasi, portofolio, proyek, produk, gambar, keterampilan, puisi,cerpen dan lain sebagainya yang memungkinkan dilaksanakan siswa di masa darurat.
  • 6) Guru memberi apresiasi terhadap hasil karya siswa.
  • 7) Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas siswa belajar melalui pengamatan dan/atau menanyakan kepada orang tua sisiwa.

Kegiatan Penutup.

  • 1) Post test, dapat dilakukan dengan tes dan non tes.
  • 2) Guru dan siswa melakukan refleksi dengan mengevaluasi seluruh aktivitas pembelajaran serta menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  • 3) Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada siswa tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
  • 4) Penugasan, atau pekerjaan rumah jika diperlukan, dapat secara individu maupun kelompok. Dalam memberi tugas pekerjaan rumah, sedapat mungkin tidak menyita banyak waktu, tenaga dan biaya.
  • 5) Doa penutup dan salam

Demikian pembelajaran Jarak jauh ( PJJ ) selama masa pandemi covid-19. Semoga bermanfaat.

Sumber Panduan Penyusunan Kurikulum Darurat di Madrasah