Pembelajaran pada masa covid-19 | Pendidikangratis.id

PEMBELAJARAN PADA MASA DARURAT ( COVID-19 )

Pada masa pandemi covid-19 pembelajaran tetap harus berjalan. Kegiatan Pembelajaran Madrasah pada masa darurat berpedoman pada Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran berjalan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Misalnya untuk Tahun Pelajaran 2020/2021, Pembelajaran dimulai bulan Juli 2020 dan berakhir pada bulan Juni 2021 sesuai SK Dirjen Pendidikan Islam No 2491 Tahun 2020 Tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kegiatan pembelajaran bukan untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar (KD) kurikulum semata, namum lebih menititikberatkan pada penguatan karakter, praktek ibadah, peduli pada lingkungan dan kesalehan sosial lainnya.

Beberapa catatan penting dari Panduan Kurikulum Darurat tersebut adalah :

  • Kegiatan pembelajaran masa darurat melibatkan guru, orang
    tua, siswa dan lingkungan sekitar.
  • Kegiatan pembelajaran harus dapat mengembangkan kompetensi siswa pada aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.
  • Kegiatan pembelajaran harus menumbuhkembangkan kompetensi literasi bahasa, literasi matematik, literasi sains, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual.
  • Kegiatan pembelajaran harus dapat merangsang tumbuhnya 4C
    (Critical thinking, Collaborative, Creativity dan Communicative)
    pada diri siswa.
  • Kegiatan pembelajaran wajib mempertimbangkan terjaganya
    kesehatan, keamanan,dan keselamatan civitas akademika
    madrasah baik pada aspek fisik maupun psikologi.

Prinsip Pembelajaran Masa Darurat

  1. Pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka, tatap muka
    terbatas, dan/atau pembelajaran jarak jauh, baik secara Daring
    (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan).
  2. Pembelajaran dapat berlangsung di madrasah, rumah, dan di
    lingkungan sekitar sesuai dengan kondisi masing-masing
    madrasah.
  3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi, keterampilan aplikatif, dan terpadu.
  4. Pembelajaran perlu berkembang secara kreatif dan inovatif
    dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif,
    komunikatif, dan kolaboratif siswa.
  5. Pembelajaran menekankan nilai guna aktivitas belajarnya untuk kehidupan riil siswa, orang lain atau masyarakat sekitar,
    serta alam lingkungan tempat siswa hidup.
  6. Pembelajaran yang berlangsung agar mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  7. Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karima (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan dan motivasi dalam belajar dan bekerja (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tutwuri handayani);
  8. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  9. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa menjadi acuan penting dalam pelaksanaan pembelajaran.

Baca yang lain :

Guru dapat memilih materi pelajaran esensi untuk menjadi prioritas dalam pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari siswa secara mandiri

Desain pembelajaran untuk memperkuat pendekatan berbasis ilmiah/saintifik dapat berbentuk model-model pembelajaran, seperti model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery learning) model Pembelajaran Berbasis Penelitian (Inquiry learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dan model pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan kreatif.

Pengelolaan Kelas

  1. Kegiatan pembelajaran dapat berbentuk kelas nyata maupun
    kelas virtual.
  2. Madrasah yang berada pada zona hijau (aman) dapat melaksanakan kelas tatap muka. Sedangkan madrasah yang berada dalam zona merah (darurat) melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau kelas virtual.
  3. Bila dalam bentuk kelas nyata, dimana guru dan siswa bertemu
    tatap muka, maka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bila ruangan kelas tidak mencukupi, maka dapat dilaksanakan secara sift pagi dan siang. Pengaturannya diserahkan kepada masing-masing madrasah sesuai dengan kondisi kedaruratan.
  4. Bila dalam bentuk kelas virtual, maka madrasah atau guru dapat menggunakan aplikasi pembelajaran digital yang menyediakan menu/pengaturan kelas virtual. Misalnya aplikasi Elearning Madrasah dari Kmenterian Agama, dan/atau aplikasi lain yang sejenis.
  5. Bila kegiatan pembelajaran dalam bentuk kelas virtual, sebaiknya madrasah mengatur jadwal kelas secara proporsional, misalnya dalam sehari hanya ada satu atau dua kelas virtual, agar peserta didik tidak berada di depan komputer/laptop/HP seharian penuh. Disamping itu juga untuk menghemat penggunaan paket data internet.

Demikian pembelajaran pada masa darurat covid-19 ini. Panduan lengkap dapat diunduh pada Panduan pembelajaran darurat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia