Kewirausaahaan Kepala Sekolah | Pendidikangratis.id

Pengembangan Kewirausahaan Kepala Sekolah

  • Pendahuluan

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, seorang kepala sekolah minimal harus memiliki lima dimensi kompetensi, yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kepala sekolah yang berjiwa wirausaha biasanya mempunyai harapan dan tujuan yang terintegrasikan dalam upaya perwujudan visi, misi, tujuan, dan perencanaan strategis sekolah secara nyata. Pada dasarnya hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki, situasi, kondisi, dan faktor pendorong lainnya yang ada di sekolah (Mulyasa, 2011: 191). Harapannya sekolah mampu melakukan pengelolaan secara efektif dan efisien dalam produktifitas untuk memajukan, mengembangkan, dan memandirikan sekolah/madrasah.

 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2017 tentang Kepala Madrasah Pasal 1 menyatakan bahwa kepala madrasah adalah pemimpin Madrasah. Tugas kepala madrasah adalah melaksanakan tugas manajerial, mengembangkan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Selain melaksanakan tugas tersebut, kepala madrasah dapat juga melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru madrasah (pasal 3 ). Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, kepala madrasah menyelenggarakan fungsi perencanaan, pengelolaan, supervisi, dan evaluasi.

Secara khusus Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa kompetensi kewirausahaan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah yaitu: a) menciptakan inovasi, b) bekerja keras, c) memiliki motivasi yang kuat, d) pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, serta e) memiliki naluri kewirausahaan. Kepala sekolah yangmemiliki kompetensi kewirausahaan tinggi akan berpengaruh terhadap kemajuan, perkembangan, kemandirian, dan daya saing sekolahnya.

Menurut Mulyasa (2011: 189) kewirausahaan merujuk pada sifat, watak, dan karakteristik yang melekat pada setiap individu yang memiliki kemauan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam setiap kegiatan yang produktif. Oleh sebab itu, sikap dan jiwa kewirausahaan dapat dimiliki oleh kepala sekolah dengan ditunjukkan selalu membiasakan berpikir kreatif, bertindak inovatif dan pantang menyerah yang menjadi dasar, strategi, dan kekuatan untuk memanfaatkan dan mengambil setiap peluang guna mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Melalui kompetensi kewirausahaan kepala sekolah , akan menjadikan kepala sekolah itu sebagai pemimpin hebat disamping memiliki kompetensi yang lainnya untuk mengembangkan sekolah yang mandiri, kompetitif, dan kreatif sehingga akan menjadi sekolah yang bermutu. Berkaitan dengan kemajuan dan pengembangan sekolah, dibutuhkan suatu inovasi yang tinggi dari seorang kepala sekolah sebagai pimpinan. Sikap inovatif dimaksud membutuhkan suatu pemikiran yang lebih dari biasanya dan beda dari yang lain (out of the box. Untuk meningkatkan kompetensi inovasi kepala sekolah, maka kepala sekolah hendaknya mengetahui dan mampu menerapkan konsep dan teori inovasi dalam mengembangkan sekolahnya

  • Pengertian Kewirausahaan

          Masalah kewirausahaan merupakan isu nasional yang sering diperbincangkan, khususnya dalam bidang pendidikan. Menurut Geoffrey G. Mereddith (2005: 3-4) wirausaha berarti memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang, mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Sejalan dengan pendapat Thomas W. Zimmerer & Norman M. Scarborough (2005: 36) “Entrepreneur is the result of a disciplined, systematic process of applying creativity and innovation to needs and opportunities in the marketplace”. Pendapat tersebut berarti wirausaha merupakan hasil dari suatu proses kegiatan secara sistematis yang menerapkan kreativitas dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan peluang yang ada.

artikel lain : TUGAS POKOK KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH

          Adapun menurut Hisrich-Peters (Yuyus Suryana dan Kartib Bayu, 2011: 24) kewirausahaan dapat diartikan sebagai berikut: “Entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assumsing the accompanying financial, psychic, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence” (kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan risiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi).

          Sedangkan menurut Timmons (Alison Morrison, 2006: 194) “entrepreneur is about creating and building something of value from practically nothing. It is the process of creating or seizing an opportunity, and pursuing it regardless of the resources currently personally controlled”. Artinya kewirausahaan adalah tentang proses menciptakan dan membangun sesuatu yang bernilai dari hampir yang tidak ada. Ini adalah proses menciptakan atau mengambil kesempatan yang ada, dan berusaha mencapainya dengan bantuan sumber daya yang dimilikinya.

          Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada dengan menerapkan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang baru untuk memperbaiki keadaan sebelumnya. Jadi, kemampuan kewirausahaan di sekolah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, untuk mengelola, memajukan, mengembangkan, dan mewujudkan sekolah yang mandiri.

Baca Juga : Bahan dan Instrumen Pembimbingan Guru dalam Menyusun RPP Edisi Revisi

  • Kewirausahaan Kepala Madrasah

Sosok kepala madrasah merupakan manajer pada satuan pendidikan madrasah, mempunyai  kewenangan dalam mengelola madrasah seefektif mungkin agar tujuan madrasah tercapai. Seorang yang akan menjembatani kepntingan semua orang yang terlibat dalam mengupayakan generasi penerus bangsa terlayani kebutuhannya dalam dunia pembelajaran. menuju genaerasi yang siap mengemban amanah mengelola negeri ini.

Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, usaha mengembangkan dimensi kompetensi kepala sekolah serta sumberdaya lain yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien.

Kepala sekolah sebagai salah satu pengelola satuan pendidikan juga disebut sebagai administrator, dan disebut juga sebagai manajer pendidikan. Maju mundurnya kinerja sebuah organisasi ditentukan oleh sang manajer. Kepala sekolah sebagai manajer merupakan pemegang kunci maju mundurnya sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Richardson dan Barbe (1986: 99) yang menyatakan, “principals is perhaps the most significant single factor in establishing an effective school” (Kepala Sekolah merupakan faktor yang paling penting di dalam membentuk sebuah sekolah yang efektif).

Artikel lain : Regulasi Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah

Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha ( Kemendikbud: 2017 ). Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Kewirausahaan tidak selalu identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup.

Dalam dunia pendidikan, kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidikan.

Upaya kepala sekolah dalam menerapkan jiwa kewirausahaan di sekolah yaitu dengan:

  • 1.  menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah;
  • 2. melakukan kegiatan dalam upaya mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif;
  • 3. memotivasi guru dan tenaga kependidikan untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya;
  • 4. memotivasi peserta didik untuk sukses dalam prestasi akademik dan non akademik; dan
  • 5. mengembangkan pengelolaan kegiatan produksi sekolah sebagai sumber belajar peserta didik (Kemendikbud:2007)

Menurut Johar Permana dan Darma Kesuma (2011: 354) seorang kepala sekolah yang berjiwa kewirausahaan adalah mereka yang memiliki keberanian, berjiwa kepahlawanan dan mengembangkan cara-cara kerja yang mandiri. Kewirausahaan dalam pendidikan merupakan kerja keras yang terus-menerus yang dilakukan oleh pihak sekolah terutama kepala sekolah dalam menjadikan sekolahnya lebih bermutu. Konsep kewirausahaan ini meliputi usaha membaca dengan cermat peluang yang ada, melihat setiap unsur institusi sekolah adanya sesuatu yang baru atau inovatif, menggali sumber daya secara realistik dan dapat dimanfaatkan, mengendalikan resiko, mewujudkan kesejahteraan warga sekolah dan masyarakat.

Artikel lain : Program Supervisi Akademik pada Masa Pandemi

Suyanto dan Abbas (2004: 169) juga menjelaskan kompetensi kewirausahaan dalam lembaga pendidikan mengandung dua pengertian dan penerapan, yaitu:

  • 1)  upaya menerapkan nilai-nilai kewirausahaan dalam mengelola lembaga pendidikan;
  •  2)  memanfaatkan potensi yang dimiliki/dapat diupayakan oleh suatu lembaga pendidikan menjadi kegiatan ekonomi sehingga menghasilkan laba yang dapat digunakan untuk memajukan lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kompetensi kewirausahaan kepala sekolah merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki dan upaya yang dilakukan terus menerus oleh kepala sekolah dalam menjadikan sekolahnya lebih bermutu dan mandiri melalui usaha mencari peluang, menciptakan sesuatu yang baru atau inovatif, bekerja keras, memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai sukses, menggali dan memanfaatkan sumber daya secara realistik, meminimalkan resiko, mewujudkan kesejahteraan bagi warganya dan masyarakat luas.

Menjadi kepala sekolah yang berjiwa wirausaha berarti menjadi pemimpin yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk selalu berusaha berinovasi, berkerja keras, motivasi yang tinggi, pantang menyerah, mencari dan menemukan peluang, serta mengumpulkan sumber daya yang diperlukan untuk bertindak. Seorang kepala sekolah harus berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan dan menyukai tantangan.

Kepala sekolah yang berjiwa wirausaha memiliki kepercayaan diri tinggi pada kemampuannya untuk mengambil suatu keputusan yang tepat, kemampuan inilah merupakan ciri khas dari wirausaha. Kemampuan kepala sekolah yang berjiwa wirausaha dalam berinovasi sangat menentukaan keberhasilan sekolah yang dipimpinnya karena kepala sekolah tersebut mampu menyikapi kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat pada jasa pendidikan. Dengan demikian, jika kepala sekolah yang berjiwa wirausaha ingin sukses memimpin sekolah ia harus menjadi individu yang kreatif dan inovatif dalam mewujudkan potensi kreativitas yang dimiliki dalam bentuk inovasi sekolah unggul. Kaitannya dalam kompetensi kewirausahaan kepala sekolah mempunyai tanda atau karakteristik sikap yang menunjukkan bahwa ia memiliki kompetensi kewirausahaan.

Sebagai kepala sekolah/madrasah akan tertantang menjadi pemimpin yang mempunyai kekuatan dalam kewirausaahan, agar pengelolaan sekolah/ madrasah dapat dilakukan dengan penuh optimis, berdaya saing dan pantang menyerah. Kewirausahaan ini akan dapat mewujudkan sekolah/madrasah dinamis, serta mampu mewujudkan generasi yang berkualitas.

Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *