PROGRAM PENGAWASAN COVID-19 | Pendidikangratis.id

Program Pengawasan Masa Pandemi Copid-19

Selama pandemi covid-19 ini berlangsung, semua elemen pemangku kepentingan terhadap pembelajaran dan dunia pendidikan ikut mengubah semu cara pandangnya dalam bekerja. Perubahan itu sebuah keniscayaan. karena dibutuhkan oleh keadaan yang tidak pernah direncanakan. Untuk itu seorang pengawas juga dituntut mengubah cara melaksanakan kepengawasannya.

Salah satu yang mesti segera diubah adalah program pengawasan saat pandemi covid-19 ini. Mengubah dari rencana kegiatan secara tatp muka, baik pembinaan, pemantauan, pembimbingan ataupun penilaian.

Diantara yang berubah adalah penyederhanaan kegiatan. Pemilihan media dalam melakukan kegiatan. Dalam latar belakang kiranya perlu dicantumkan beberapa hal seperti contoh latatar belakang berikut :

Masa darurat bencana menuntut perubahan mekanisme sendi kehidupan yang normal atau lazim menjadi tidak normal. Munculnya bencana akan mengubah pula cara berinteraksi dalam proses belajar-mengajar, media, dan penilaian pembelajaran. Oleh karena itu, pengawas madrasah dituntut dapat melakukan rekonstruksi pola pikir dan pola kerja serta pola relasi sesuai dengan kondisi kedaruratan. Selain itu, engawas madrasah perlu mengadaptasi bentuk dan mekanisme pengawasan sesuai dengan kondisi kedaruratan yang terjadi.

Peran pengawas madrasah dalam mengawal mutu pendidikan di wilayah binaan pada masa darurat bencana sangat penting. Pengawas madrasah tidak sekadar melaksanakan supervisi yang bersifat administratif, tetapi lebih utama membangun sumber daya manusia yang kreatif dan produktif terutama ketika menghadapi masa-masa kritis.

Peran pengawas madrasah juga sangat dibutuhkan dalam mendampingi guru dan kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya, karena dalam kondisi darurat apapun kegiatan pembelajaran tetap harus berjalan meskipun tidak bisa berjalan secara normalseperti biasanya sehingga peserta didik dapat tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Pengawas madrasah selama masa darurat ini memastikan untuk memberikan pembinaan, pembimbingan , penilaian serta pemantauan sesuai tugas fungsinya dalam memenuhi harapan. Peran  pengawas untuk memastikan penyelenggaran pendidikan di madrasah walaupun dalam keadaan darurat tetap tetap berjalan secara efektif. Pengawas bertugas untuk memastikan bahwa seluruh kriteria standar pada tiap indikator mutu terukur sehingga jelas keterukurannya. Hasil pengukuran berguna untuk (1) mendorong madrasah untuk  menyelenggarakan pendidikan agar memenuhi standar nasional. (2) memberikan arah untuk melakukan perubahan dalam mewujudkan keunggulan (3) sebagai dasar pendampingan untuk mewujudkan keunggulan sekolah sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkannya, (4) sebagai basis pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan.

Landasan hukum kegiatan : landasan hukum dalam pelaksanaan  program pengawasan sekolah ini adalah sebagai berikut ;

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Hak Perlindungan dari Bencana dan Pelayanan Publik Perlindungan dari Bencana;
  3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;
  4. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan
  5. Pengawas Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah sebagaiman telah diubah dengan
  6. Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
  7. Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas
  8. Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah;
  9. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri
  10. Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2020, Nomor
  11. 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 Tentang
  12. Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun
  13. Akademik 2020/2021 di Masa pandemi Corona Virus Disease 2019;
  14. Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan
  15. Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana;
  16. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6938 Tahun 2014 tentang Pedoman  Pemenuhan Beban Kerja Pengawas Madrasah;
  17. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah;
  18. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-937/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/05/2020 tentang Kurikulum Darurat pada Madrasah
  19. Keputusan Gubernur Banten No. 443/Kep.140-Huk/2020. Tentang PSBB di provinsi Banten

Tujuan Pengawasan Masa Darurat Pandemi Covid-19

        Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pengawas Madrasah, sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010, maka tujuan pengawasan dapat dituangkan sebagai berikut :

  1. Membantu Kepala Madrasah dalam mengelola Madrasah dan mengelola administrasi Madrasah;
  2. Membantu Kepala Madrasah dalam melaksanakan 8 Standar Nasional Pendidikan
  3. Membantu guru meningkatkan profesionalitasnya dalam (1) merencanakan pembelajaran; (2) melaksanakan pembelajaran; (3) menilai hasil pembelajaran; (4) membimbing dan melatih peserta didik, dan (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru (PP 74/2008).

Strategi Pengawasan Masa Darurat Pandemi Covid-19

Strategi pengawasan darurat dimaksudkan adalah cara-cara yang dilakukan oleh pengawas madrasah dalam melaksanakan tugas-tugas kepengawasan, yang meliputi tugas pembinaan, pemantauan, penilaian kinerja, pembimbingan dan pelatihan profesional guru pada masa darurat pandemi covid-19 meliputi:

Strategi kepengawasan untuk pembinaan pada bidang akademik dan manajerial dilakukan melalui :

1).  Kegiatan individu dengan kepala Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya secara daring ataupun luring.

2). Kegiatan kelompok melalui rapat guru, MGMP,  dan KKM secara daring ataupun luring.

3). Melalui kegiatan pelatihan, diskusi, bimtek, workshop dan sebagainya, secara daring ataupun luring.

b. Strategi kepengawasan untuk pemantauan pelaksanaan 8 SNP dilakukan secara daring ataupun luring melalui:

1).  Studi dokumen tentang pelaksanaan 8 SNP;

2). Wawancara dengan kepala Madrasah guru, tenaga kependidikan, komite Madrasah, dan peserta didik

3). Observasi terhadap kegiatan peserta didik, proses pembelajaran, keadaan sarpras, dan situasi lingkungan satuan pendidikan;

c. Strategi kepengawasan untuk penilaian kinerja pada bidang akademik dan manajerial dilakukan melalui :

1). Penilaian akademik dilakukan melalui kegiatan supervisi terhadap guru dalam membuat/mempersiapkan perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, pelaksanaan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa serta pelaksanaan tindak lanjut

2). Penilaian manajerial dilakukan melalui kegiatan supervisi, observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap data-data administrasi Madrasah  maupun pengelolaan Madrasah, baik yang dilakukan oleh Kepala Madrasah maupun oleh tenaga kependidikan lainnya. d.  Strategi pengawasan dalam pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala Madrasah dilakukan melalui: MGMP dan KKM secara daring ataupun luring

lebih lanjut Anda dapat mendownload dan menedit program kepnagawasan selam pandemi covid pada tautan berikut :

Program Pengawasan Masa Pandemi Copid-19

Banyak di cari :strategi yang dilakukan oleh pengawas terkait pembinaan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya