Prosedur Penyusunan RKM

Dalam menyusun Rencana Kerja madrasah ( RKM ), tim penyusuna hendakanya dapat mengikuti alur yang baku. Hal ini terkait dengan proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan RKM yang legal formal dan dapat digunakan ( aplikatif ). Prosedur penyusunan RKM adalah sebagai berikut:

Evaluasi Diri Madrasah (EDM)

EDM dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang diturunkan dari regulasi tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dari EDM akan diperoleh peta mutu madrasah yang menggambarkan kondisi madrasah apabila dikatikan dengan pencapaian 8 SNP. Peta mutu madrasah juga bisa dilihat dari rapor mutu madrasah. Yang perlu dicermati dengan penggunaan rapor mutu sekolah adalah proses pengisian instrumen dan proses entri instrumen Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) di satuan pendidikan. Apabila proses pengisian dilakukan dengan baik, maka rapor mutu dapat menggambarkan kondisi madrasah saat instrumen tersebut diisi dan dientri ke dalam aplikasi PMP. Apabila ada keraguan tentang rapor mutu madrasah maka diperlukan validasi data yang ada di rapor mutu madrasah tersebut.

Dari hasil EDM kemungkinan diperoleh berbagai kekurangan atau masalah pada masing-masing standar. Dari kekurangan atau masalah akan dibuat rekomendasi untuk perbaikan.

Mengingat keterbatasan sumberdaya, kumpulan rekomendasi yang jumlahnya cukup banyak kemudian dipilih dengan menggunakan skala prioritas. Kajian rapor mutu atau hasil EDM adalah temuan atau masalah pada Standar Kompentensi Lulusan (SKL) sebagai muara dari seluruh aktivitas sekolah. Kekurangan atau masalah pada SKL harus dianalisis untuk dicari akar masalahnya, dan ada kemungkian berkaitan dengan masalah pada standar yang lain. Dengan demikian, program kerja dan kegiatan yang disusun dan dimuat dalam RKM adalah hal-hal penting yang mempunyai dampak signifikan terhadap peningkatan mutu madrasah.

Dalam rangka penjaminan mutu, selama proses pelaksanaan program dan kegiatan dilakukan monitoring secara internal oleh satuan pendidkan. Selain itu pada akhir periode dilakukan evaluasi kegiatan dan hasilnya dibuat laporan sebagai salah satu bentuk akuntabilitas manajemen penyelenggaraan madrasah. Hasil evaluasi kegiatan digunakan sebagai peta mutu madrasah berikutnya, dan hasil tersebut digunakan sebagai dasar penentuan standar kinerja, dan selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana kerja berikutnya.

Langkah-Langkah Penyusunan Rencana Kerja Madrasah

Langkah-langkah dalam penyusunan rencana kerja madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Kepala madrasah dan guru bersama komite madrasah membentuk Tim RKM yang disebut dengan Tim Penyusun Rencana Kerja madrasah (TPRKM) serta menugaskan Tim kerja sekolah untuk menyusun RKM. TPRKM dipersyaratkan terdiri dari orang- orang yang memang memiliki komitmen dan mengonsep ide-ide besar pertumbuhan dan perkembangan sekolah ke depan. Tim ini disebut Tim inti yang beranggotakan minimal 6 orang, terdiri dari unsur kepala madrasah, wakil kepala sekolah, guru, wakil dari TU/administrasi, dan wakil dari komite sekolah.
  2. Kepala madrasah memberikan arahan teknis tentang penyusunan rencana kerja madrasah yang sekurang-kurangnnya memuat:
  • Dasar penyusunan rencana kerja madrasah.
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan rencana kerja madrasah.
  • Manfaat penyusunan rencana kerja sekolah.
  • Hasil yang diharapkan dari penyusunan rencana kerja sekolah.
  • Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya dalam penyusunan kerja madrasah.

Tim kerja madrasah menyusun rencana kegiatan penyusunan rencana kerja madrasah sekurang-kurangnya berisi kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana, dan jadwal pelaksanaan, mencakup kegiatan:

  1. Pengumpulan bahan/data dan penyusunan draf RKM.
  2. Pembahasan dan review draf RKM.
  3. Finalisasi hasil revisi RKM.
  4. Penandatanganan dokumen RKM.
  5. Penyusunan draf Rencana Kerja Anggaran madrasah (RKAM).
  6. Pembahasan dan review draf Rencana Kerja Anggaran madrasah (RKAM).
  7. Finalisasi hasil revisi Rencana Kerja Anggaran madrasah (RKAM).
  8. Penandatangan dokumen RKAM.

Tim kerja sekolah mengumpulkan, mengolah data dan informasi dan menyusun draf RKM, yang mencakup:

  1. Pendahuluan
  2. Dasar kebijakan
  3. Identifikasi tantangan nyata berdasarkan analisis konteks
  4. Analisis kondisi
  5. Program strategis
  6. Strategi pencapaian
  7. Monitoring dan evaluasi
  8. Lampiran-lampiran.
  • Kepala sekolah bersama Tim kerja, dewan guru, dan komite sekolah melakukan review dan revisi draf rencana kerja madrasah jangka menengah.
  • Tim kerja melakukan finalisasi hasil revisi rencana kerja jangka menengah.
  • Kepala madrasah menandatangani hasil finalisasi rencana kerja jangka menengah menjadi rencana strategis (renstra) sekolah.
  • Tim kerja madrasah mengidentifikasi prioritas program/kegiatan dan menyusun draf rencana kerja tahunan (RKT) yang mencakup:
  1. Pendahuluan
  2. Dasar kebijakan
  3. Tujuan/sasaran
  4. Rencana kerja dan biaya untuk pencapaian sasaran
  5. Jadwal pelaksanaan rencana kegiatan
  6. Penanggung jawab kegiatan
  • Kepala madrasah bersama Tim kerja, dewan guru, dan komite madrasah melakukan review dan revisi draf RKT.
  • Tim kerja melakukan finalisasi hasil revisi rencana kerja tahunan (RKT).
  • Kepala madrasah menandatangani hasil finalisasi RKT menjadi rencana  kegiatan anggaran madrasah (RKAM).

Rincian teknis penyusunan RKM

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa rencana kerja madrasah terdiri atas rencana kerja RKM dan rencana kerja tahunan (RKT). RKM setelah ditandatangani oleh kepala madrasah dari hasil finalisasi. Sedangkan rencana kerja tahunan (RKT) menjadi rencana kegiatan anggaran madrasah (RKAM) setelah kepala sekolah menandatangani hasil finalisasi dari RKT.

Di bawah ini dijelaskan secara rinci tahapan penyusunan RKM dan rencana kegiatan dan anggaran madrasah (RKAM). Tahap-tahap penyusunan RKM:

  • Melakukan analisis lingkungan strategis madrasah

Melakukan analisis lingkungan madrasah adalah pengkajian tentang faktor-faktor eksternal madrasah yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. Faktor- fakto iut diantaranya, kondisi sosial masyarakat, kondisi ekonomi masyarakat nasional, kondisi geografis sekolah, kondisi demografis masyarakat sekitar, kondisi keamanan lingkungan, perkembangan globalisasi, perkembangan IPTEK, dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Hasil kajian tersebut dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah.

  • Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini

Mengevaluasi kondisi kekinian penting dilakukan sebelum membuat perencanaan, karena gambaran objektif yang ada dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat perencanaan yang strategis yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengadakan refleksi terhadap program-program pendidikan yang dilaksanakan di madrasah. Selain itu, langkah ini sebagai masukan dalam perencanaan yang akan datang. Analisis ini lebih menitikberatkan pada analisis situasi pendidikan jenjang madrasah di sekitar madrasah yang bersangkutan, khususnya pada sekolah sejenis.

Unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain kondisi saat ini tentang PBM, guru, kepala sekolah, tenaga TU, tenaga perpustakaan, sarana dan prasarana, media pengajaran, buku, peserta didik, kurikulum, manajemen sekolah, pembiayaan dan sumber dana sekolah, kelulusan, sistem penilaian, peran komite sekolah, dan sebagainya.

  • Merumuskan dan menetapkan situasi dan kondisi yang diharapkan

Satuan pendidikan perlu melakukan kajian atau telaah seperti apa potret pendidikan yang berstandar internasional di masa yang akan datang. Dalam kajian ini, perlu melibatkan semua stakeholder sekolah, khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal sekaligus terukur, feasible, dan rasional

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi a) standar isi, b) standar proses, c) standar kompetensi lulusan, d) standar pendidik dan tenaga kependidikan, e) standar sarana dan prasarana, f) standar pengelolaan, g) standar pembiayaan, dan h) standar penilaian pendidikan.

  • Identifikasi tantangan nyata (kesenjangan kondisi)

Identifikasi tantangan nyata atau kesenjangan kondisi dilakukan berdasarkan analisis situasi, baik internal maupun eksternal madrasah, dan analisis kondisi madrasah sekarang dan seperti yang diharapkan pada masa datang (empat tahun ke depan). Berikut ini contoh analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek pengembangan Standar Nasional Pendidikan.

  • Merumuskan visi madrasah

Visi dalam manajemen pendidikan merupakan sebuah pendekatan yang sangat strategis. Visi suatu satuan pendidikan menjadi sangat penting untuk menentukan masa depan madrasah ke mana akan diarrahkan. Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa yang akan datang. Dalam menentukan visi tersebut, madrasah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan sebagai sekolah internasional. Visi madrasah harus dinyatakan secara jelas. Penentuan visi harus menggunakan bahasa yang lugas, mudah dipahami dan dapat dilaksanakan oleh semua pihak, serta bersifat instruktif.

Rumusan visi sebagai sekolah potensial harus mencerminkan: 1) Berorientasi ke masa depan menuju pemenuhan standar nasional pendidikan, bila perlu melampui SNP. 2) Menunjukkan keyakinan, bahwa masa depan harus jauh lebih baik daripada saat ini. sesuai dengan tuntutan daerah dan nasional. 3) Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai dengan SNP. 4) Mencerminkan dorongan yang kuat terhadap tumbuhnya inspirasi, semangat, dan komitmen warga untuk mewujudkan madrasah yang unggul. 5) Mampu menjadi landasan untuk mendorong perubahan dan pengembangan madrasah. 6) Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan madrasah.

  • Merumuskan misi madrasah

Misi merupakan hal-hal penting yang harus dilakukan oleh madrasah dalam upaya untuk mencapai visi. Misi madrasah dikembangkan dari kegiatan utama satuan pendidikan dengan memerhatikan visi.

Penyusunan misi hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut;

  1. Misi harus mampu menggambarkan berbagai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut madrasah.
  2. Pernyataan misi harus berorientasi ke masa depan dan mampu menggambarkan madrasah pada masa yang akan datang dengan berpijak pada apa yang telah ada.
  3. Pernyataan misi harus fokus terhadap pencapaian visi.
  4. Pernyataan misi harus singkat dan padat tidak lebih dari dua kalimat.
  5. Pernyataan misi menentukan strategi pelaksanaan.

Setelah program dirumuskan, hal yang harus dilakukan adalah menentukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efektif, efisien, jitu, dan tepat. Strategi pencapaian merupakan teknik, cara, atau metode dalam pelaksanaan setiap program strategis yang telah disusun. Strategi yang tidak tepat dapat menyebabkan tidak tercapainya program. Misalnya, strategi untuk pencapaian program pengembangan KTSP dimungkinkan berbeda dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan.

  • Menentukan poin-poin kunci keberhasilan

Berdasarkan tujuan, program, dan strategi pencapaiannya, selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output), baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu berapa lama akan dicapai (satu tahun, dua tahun, atau lima tahun, dst). Misalnya, dalam program pencapaian sarana dan prasarana pendidikan, apa saja bentuk hasil yang akan dicapai dalam jangka lima tahun.

  • Menentukan rencana biaya (alokasi dana)

Madrasah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan empat tahun. Rencana tersebut dapat dirumuskan pertahun sehingga dalam jangka waktu empat tahun ke depan dapat diketahui jumlah yang diperlukan dan dari mana sumber dana itu didapatkan. Untuk menentukan keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya, rencana untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua, ketiga dan keempat.

  • Monitoring atau evaluasi

Monitoring atau evaluasi ini merupakan salah satu hal yang penting dalam rencana program strategis. Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengukur ketercapaian program-program strategis yang telah disusun. Monitoring dan evaluasi terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Substansi yang dimonitor dan dievaluasi antara lain kinerja guru dan karyawan, kinerja sekolah dan sumber daya sekolah lainnya, termasuk kesiswaan.
  2. Dilakukan oleh kepala madrasah atau Tim yang dibentuk madrasah.
  3. Membuat atau menyadur instrument monitoring dan evaluasi dari berbagai instrument yang ada seperti instrument akreditasi atau lainnya yang relevan.
  4. Melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal)
  5. Melakukan supervisi akademik oleh kepala madrasah secara terprogram.
  • Langkah-langkah penyusunan rencana kegiatan dan anggaran madrasah (RKAM).

Rencana kegiatan dan anggaran madrasah (RKAM) merupakan rencana biaya dan pendanaan program/kegiatan secara rinci untuk satu tahun anggaran. RKAM adalah dokumen anggaran madrasah resmi yang disetujui kepala madrasah serta disahkan oleh Kankemenag (bagi madrasah negeri), atau penyelenggara pendidikan/yayasan (bagi sekolah swasta). Masa berlaku RKAM untuk satu tahun ajaran yang akan datang, terdiri atas pendapatan dan belanja (pengeluaran).

Pendanaan yang dicantumkan dalam RKAM hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang diterima dan dikelola sekolah. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKAM. Ketentuan yang paling mendasar isinya tidak boleh menyimpang dari RKM.

Ketentuan lainnya dalm penyusunan RKAM yaitu:

  1. Melakukan analisis SWOT.
  2. Analisis SWOT dilakukan setiap tahun.
  3. Program yang direncanakan lebih bersifat operasional.
  4. Terdapat benang merah antara tujuan empat tahunan dan sasaran satu tahun.
  5. Rencana dan program sekolah harus memerhatikan hasil analisis SWOT
  • Hal-hal yang harus termuat dalam RKM

RKM memuat ketentuan yang ada di madrasah dengan diantaranya mengenai:

  1. kesiswaan;
  2. kurikulum dan kegiatan pembelajaran;
  3. pendidik        dan         tenaga          kependidikan         serta pengembangannya;
  4. sarana dan prasarana;
  5. keuangan dan pembiayaan;
  6. budaya dan lingkungan sekolah;
  7. peran serta masyarakat dan kemitraan; dan
  8. rencana-rencana      kerja    lain   yang    mengarah     kepada peningkatan dan pengembangan mutu.

Di dalam RKM juga hendaknya mencantumkan pedoman pengelolaan madrasah seperti;

  1. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);
  2. kalender pendidikan/akademik;
  3. struktur organisasi sekolah;
  4. Pembagian tugas di antara guru;
  5. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;
  6. Peraturan akademik;
  7. tata tertib sekolah;
  8. kode etik sekolah; dan
  9. biaya operasional sekolah.
  10. Penggunaan laboratorium, perpustakaan, dan fasailitas lainnya

Pedoman pengelolaan madrasah ini perlu harus dievaluasi setiap tahun. Hal ini penting guna mengantisipasi perkembangan pendidikan yang terus berubah. Misalnya kejadian bencana kemanusiaan seperti musibah Covid-19, tidak diduga oleh semua orang sebelumnya. Peristiwa ini bukan hanya merubah kehidupan sekolah, tapi juga merubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Peristiwa Covid-19, telah merubah kenormalan dalam pengelolaan pendidikan, yang tadinya berbasis lingkungan sekolaah, bergeser menembus dinding sekolah. Dalam hal ini, nyata betul, bahwa keberhasilan pendidikan itu, tidak lagi dapat mengandalkan lembaga pendidikan, tetapi melibatkan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Meskipun peristiwa ini, termasuk kejadian luar biasa, tapi layak menjadi perhatian pengelola pendidikan untuk mengantisipasi hal-hal yang diluar dugaan, sehingga ketika terjadi dapat mengantisipasi sejak dini.

Sumber ; Bahan Diklat MBM